Sabtu, 29 November 2014

MANFAAT KOMPUTER DI DUNIA MILITER


 
 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivPGbXfSjJ71ODIkOjIYWpDVb82TTk-6DzG3bhQAeVoiMp0GvNBM1MeUcKNRUoQ1kDPyi_gqTkU0fXFOE6pv1woOvS1rWZK7Sth5kXFK1q2Bt_kV3L1hjM9t3LHc_w6TW3gX2OjSaQdVsc/s1600/CyberCommand+cia.jpg
  •   Manfaat komputer di bidang kemiliteran                
Pada bidang militer, penerapan komputer digunakan untuk mengendalikan senjata dan peluru kendali. Selain itu untuk operasi persandian dan pengirimannya. Untuk simulasi perang serta untuk navigasi alat-alat perang seperti pesawat, tank dan kapal termasuk kapal selam untuk militer. Dalam bidang militer, komputer digunakan untuk mengendalikan senjata atau peluru kendali. Untuk navigasi kapal laut dan kapal selam,  untuk  melakukan simulasi peperangan, dan melakukan pengiriman sandi-sandi rahasia militer. Selain itu juga bermanfaat, antara lain:
  1. ·       Berguna untuk menjadi bank data (administrasi, informasi musuh, sejarah militer, catatan pertempuran dll).
  2. ·       Mempermudah pengelolaan administrasi keuangan personel, peralatan dll. Mempermudah navigasi darat, laut dan udara. Meningkatkan presisi penembakan (arteleri, tank, kapal, pesawat dll).
  3. ·       Menjadi pondasi peningkatan kualitas alutsista (misil, radar, UAV dll). Mempermudah proses Komando, Kendali, Komunikasi dan Informasi (K3I) antar unit terkecil, sesama mereka maupun dengan Penggerak unit tersebut (Markas). Dengan hadirnya Komputer maka menjadi K4I.
  4. ·       Digunakan dalam kegiatan enkripsi dan kriptografi.
  •            Peranan Teknologi Informasi (komputer) di Bidang Hankam
Hankam (Pertahanan) memiliki beberapa kegunaan dalam bidang aplikasi militer. Pertahanan Pribadi menyiratkan measu Sebuah doktrin militer defensif menyiratkan operasi kekuatan militer yang lebih besar dari sebagian besar postur pertahanan, yang pada peperangan operasional skala mengasumsikan bentuk pertahanan secara mendalam ,dan strategis skala yang luas meliputi operasi seperti Garis Maginot oleh besar bagian dari Angkatan  Darat Perancis  sebelum  Perang  Dunia  II .
Dalam perencanaan operasi militer , sebuah strategi pertahanan adalah kebijakan untuk mencegah serangan, atau meminimalkan kerusakan serangan, dengan asumsi kekuatan pertahanan di kedalaman strategis untuk mencegah musuh dari menaklukkan wilayah. Pertahanan juga merupakan eufemisme untuk perang, yang digunakan oleh pemerintah untuk mencerminkan sikap non-agresif mereka di wilayah mereka yang tidak membawa konotasi negatif  perang, seperti  Kementerian atau Departemen Pertahanan.
Dalam lingkup kebijakan pertahanan nasional , pertahanan digunakan untuk mencakup sebagian besar militer isu. Ilmu Militer berusaha untuk mengintegrasikan semua makna pertahanan menjadi kesatuan yang utuh yang berusaha untuk memahami dan mengembangkan menggunakan diterapkan untuk semua makna di atas dalam satu struktur menejemen pertahanan nasional.
Meskipun pertahanan wilayah, perairan teritorial dan wilayah udara nasional merupakan salah satu fungsi pemerintah negara-negara berdaulat di dunia modern, Hans-Hermann Hoppe , Murray Rothbard , Morris dan Linda Tannehill , dan lain anarko-kapitalis penulis telah berpendapat bahwa hal itu bisa lebih efisien disediakan oleh vendor swasta. komputer digunakan untuk mensimulasi perilaku dari pesawat, kendaraan dan system senjata untuk memberikan praktik kepada para trainee (orang yang dilatih), dan memungkinkan mereka belajar dari kesalahan fatal yang mematikan. Komputer dapat merekan kinerja trainee dan menampilkannya kembali sehingga trainee dapat mengamati perilaku mereka sendiri dan belajar dari perilaku tersebut. Banyak orang militer masuk medan perang dengan pengalaman terbatas dalam hal penggunaan amunisi, tetapi simulasi sangat realistis sehingga mereka dapat melakukan tugas mereka dengan baik



  •         Dampak Perkembangan Tekhnologi Komputer Pada Bidang Pertahanan dan Keamanan    (militer).
Sebagaimana kita tahu, bahwa selalu ada sisi positif dan negatif dalam segala hal, begitu dalam perkembangan tekhnologi komputer. Meskipun pada umumnya banyak yang mengatakan bahwa tekhnologi komputer telah membawa banyak kemajuan dalam berbagai bidang, namun tetap saja ada sisi negatif yang timbul darinya. Misalnya saja kasus-kasus penipuan menggunakan metode carding  yang sering dilakukan oleh para hacker.  Namun, pada kesempatan kali ini, kita akan coba membahas masalah dampak positif dan negatif dari adanya perkembangan tekhnologi komputer pada bidang pertahanan dan keamanan.
Ø Dampak positif
Seperti yang kita semua sadari, komputer telah membawa kita pada satu kehidupan baru, dimana segala sesuatunya menjadi lebih praktis, mudah, dan efisien. Berikut ini akan dipaparkan beberapa pengaruh positif dari hadirnya komputer di dalam bidang pertahanan dan keamanan. Di dalam sebuah bidang pertahanan dan keamanan, kita memerlukan banyak hal untuk menyusun sebuah strategi, mengetahui peta kekuatan lawan, dan memprediksikan segala bentuk kemungkinan yang akan terjadi. Dahulu, hal-hal tersebut di atas masih dilakukan dengan cara manual, entah itu dengan cara menggambar, pemeriksaan langsung kelapangan, dll.
Tapi, dewasa ini kita sudah dapat meninggalkan cara-cara manual tersebut dan mencoba untuk lebih terkomputerisasi. Misalnya saja untuk penyusunan persiapan strategi perang. Saat ini, kita dapat melakukan pemeriksaan peta kekuatan lawan, melalui media satelit. Atau mungkin, jika kita berniat untuk melakukan sebuah misi perdamaian (dimana diperlukan satu bentuk komunikasi secara langsung), sekarang ini sudah tidak asing lagi kata internet di kalangan masyarakat umum, yang memungkinkan dua orang yang terpisah jarak mungkin untuk melakukan komunikasi dua arah secara langsung dan tatap muka. Selain itu,komputer juga dikenal sebagai sebuah alat bantu untuk melakukan proses desain terhadap suatu produk atau lainnya. Yang dimana dalam hal ini, komputer dapat digunakan untuk melakukan proses desain senjata. Proses pendesainan sebuah senjata, tidak bisa dianggap remeh, karena banyak perhitungan dan pertimbangan yang diperlukan didalamnya. Seperti misalnya seberapa kuat hentakan senjata terhadap peluru, lalu perkiraan kekuatan tolak  peluru dan tingkat keaerodinamisannya, dll. Komputer disinyalir dapat melakukan semua proses perhitungan itu dengan hasil yang akurat jika dibandingkan dengan daya talar  perhitungan manusia yang masih memungkinkan adanya kesalahan dalam perhitungan. Sebenarnya masih banyak lagi dampak-dampak positif yang hadir karena adanya perkembangan tekhnologi komputer, namun hal-hal yang dijelaskan diatas dirasasudah cukup memberikan gambaran tentang apa saja pengaruh positif dari perkembangan tekhnologi komputer dalam bidang pertahanan dan keamanan. komputer telah mengantarkan kita pada sebuah peradaban baru yang lebih cepat dan semakin praktis. Tinggal pandai-pandai pihak  pemerintah dan pengembang untuk mengemban tanggung-jawabnya agar tidak terjadi hal-halyang tidak diinginkan karena adanya perkembangan tekhnologi komputer ini.
Dalam bidang militer, teknologi mempunyai implikasi yang sangat luas terutama dalam perumusan strategi. Karena peran teknologi yang demikian besar dalam bidang militer maka secara langsung akan berpengaruh terhadap rumusan hakekat ancaman suatu negara. Saat ini TNI masih melihat hakekat ancaman secara konvensional walaupun pandangan itu masih cukup relevan. Akan tetapi dari sudut pandang teknologi TNI perlu mempertimbangkan kembali tentang rumusan hakekat ancaman. Ancaman tersebut berasal dari teknologi yang dimanfaatkan sebagai suatu upaya modernisasi serta kelangkaan sumber energi sebagai konsekuensi penggunaan teknologi.
Umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia.

  •      Dampak negatif
Saat ini banyak orang tua yang mengeluhkan tentang betapa pesatnya perkembangan tekhnologi komputer, yang mana membawa begitu banyak dampak negatif bagi anak-anak mereka. Selain itu, masyarakat, pemerintah, bahkan badan pertahanan dan keamanan sering dibuat repot oleh tangan-tangan jahil yang dengan lihainya memanfaatkan tekhnologi komputer ini untuk melancarkan aksi kriminalitas mereka.
Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa dampak negatif yang ada akibat berkembangnya dunia tekhnologi komputer dalam bidang pertahanan dan keamanan. Di atas sudah digambarkan, tentang bagaimana perkembangan tekhnologi komputer telah banyak membantu kita dalam bidang pertahanan dan keamanan. Namun sayangnya, masih saja banyak tangan-tangan jahil yang justru memanfaatkan perkembangan tekhnologi komputer ini yang membawa dampak negatif dalam bidang pertahanan dan keamanan. Misalnya saja untuk dalam penyusunan sebuah strategi perang, ternyata hal ini juga dimanfaatkan oleh para teroris bisa mengetahui bagaimana keadaan dan suasana tempat atau lokasi mereka akan melakukan aksi kejahatannya. Seperti dalam film-film, teroris-teroris saat ini juga sudah banyak yang memanfaatkan satelit untuk melakukan kejahatan. Mereka menyewa seorang hacker untuk dapat mengoperasikan satelit tersebut, yang mana satelit tersebut juga bukan milik mereka, melainkan milik suatu lembaga, instansi, atau justru milik pemerintah. Setelah itu, mereka mulai melakukan aksinya, entah digunakan untuk melakukan transaksi ilegal, ataupun untuk melakukan suatu jenis perampokan virtual.
Di lain hal, dampak negatif adanya perkembangan tekhnologi komputer banyak dirasakan di masyarakat umum. Jual-beli senjata ilegal, obat-obatan terlarang, dll. sudah banyak dilakukan melalui media internet. Atau mungkin, pengaruh negatif dari content-content yang ada di internet, yang membuat para remaja tertantang untuk melakukan suatu bentuk kegiatan anarki dan radikal. komputer telah mengantarkan kita pada sebuah peradaban baru yang lebih cepat dan semakin praktis.
Dua teknologi ini akan sangat dominan dalam kehidupan manusia di masa mendatang dan sisi negatifnya pasti akan menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia. Disamping trend teknologi tersebut, dari kacamata militer terdapat kerawanan sebagai hasil dari teknologi generasi sebelumnya yaitu teknologi yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction / WMD) seperti senjata nuklir dan senjata biologi. Akibat bubarnya Uni Soviet maka proyek-proyek teknologi yang berkaitan dengan bahan radioaktif dan senjata biologi menjadi terlantar karena tidak adanya dukungan biaya. Teknologi tersebut saat ini menjadi ancaman yang sangat potensial bagi umat manusia. Belum lagi apabila zat radioaktif dan senjata kimia yang terlantar tersebut jatuh ke tangan teroris, maka akan menimbulkan ancaman yang lebih serius lagi.
Dengan demikian, disamping teknologi senjata pemusnah massal, teknologi informasi dan rekayasa genetika sisi negatifnya pasti akan merupakan ancaman bagi suatu negara bila berada di pihak yang tidak bertanggung jawab perkiraan ancaman berkaitan dengan tekhnologi.
Teknologi disamping membawa manfaat yang luar biasa terhadap suatu negara juga berpotensi menjadi sumber ancaman.
Dalam artikel yang berjudul The Transformation of War and the Future of the Corps, Robert David Steele menyatakan bahwa ada empat kelas ancaman yang dihadapi bangsa Amerika yaitu:
1. Militer dengan sistem yang canggih dengan dukungan logistik yang sangat kuat
2. Gabungan antara para penjahat dan teroris.
3. Kelompok massa tanpa senjata yang biasanya didorong oleh faktor agama, ideologi/SARA.
4. Gabungan antara para penjahat informasi dan mata-mata ekonomi.
Dilihat dari penguasaan teknologi saat ini dunia terbagi menjadi negara berteknologi tinggi dengan negara yang relatif tertinggal secara teknologi. Penguasaan teknologi yang sangat maju ini justru menjadi ancaman bagi negara yang bersangkutan. Sebagai contoh, Amerika sebagai negara yang menguasai teknologi menyadari bahwa penguasaan teknologi berpotensi menjadi ancaman bagi negaranya.
Seperti yang dinyatakan dalam konferensi tahunan yang diadakan oleh Army War College tahun 1998 dengan tajuk Challenging the United States Symmetrically and Asymmetrically: Can America be Defeated?. Dari hasil konferensi tersebut diperoleh jawaban yang jelas yaitu bahwa Amerika tidak akan dapat ditaklukkan melalui serangan militer yang simetris (seimbang), tetapi Amerika dapat ditaklukkan dengan serangan yang asimetris (tidak seimbang). Teknologi berpotensi menjadi ancaman yang menonjol, dan ancaman ini sifatnya asimetris (asymmetric threat). Ancaman asimetris ini ternyata menjadi kenyataan dengan adanya serangan yang dikenal sebagai 911 terhadap WTC (World Trade Center) oleh teroris dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi transportasi. Sasaran serangan teroris terhadap WTC dan Pentagon adalah untuk menghancurkan simbol kedigdayaan teknologi Amerika.
Dari kejadian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa teknologi canggih disamping merupakan sarana mengungguli lawan dalam rangka memenangkan pertempuran juga sekaligus merupakan sumber ancaman yang sangat tinggi. Masih berkaitan dengan teknologi, ancaman yang menonjol pada saat ini dan jangka waktu ke depan justru berasal bukan dari negara luar tetapi berasal dari kerawanan yang timbul akibat kemajuan teknologi (non state threat). Sebagai contoh, pembelian komputer dan peralatan berteknologi tinggi lainnya; pembangunan pusat listrik, industri, jaringan telekomunikasi; dan sebagainya. Pemanfaatan dan pembangunan teknologi tinggi seperti ini akan sangat potensial menjadi ancaman bagi negara bila tidak disertai tindakan pengamanan yang memadahi. Ingat kejadian 911 dilakukan dengan menggunakan dua "peluru kendali raksasa berawak" dengan kode Boeing 767 yang merupakan bagian dari industri transportasi Amerika.
Dampak dari serangan asimetris tersebut sangat besar bagi Amerika, dunia dan bagi TNI. TNI saat ini sedang dan masih bergulat dengan persoalan berat dan pelik. Disatu sisi TNI ingin melaksanakan reposisi, redifinisi, dan reaktualisasi perannya dalam kehidupan bernegara, tetapi di saat yang sama TNI juga harus meredakan konflik yang terjadi di berbagai tempat. Tanpa disadari, karena keterlibatan yang cukup intens dalam kegiatan tersebut, tugas pokok untuk mengkaji dan mengantisipasi faktor-faktor ancaman menjadi agak terabaikan.
Bila dilihat dari buku ABRI Abad XXI (Redefinisi, Reposisi, dan Reaktualisasi Peran ABRI dalam Kehidupan Bangsa) pendekatan untuk pengkajian ancaman masih bersifat konvensional. TNI masih melihat hakekat ancaman berupa serangan dari negara lain serta gangguan keamanan dalam negeri yang ditimbulkan oleh tindakan kriminal berkaitan dengan perompakan, penyelundupan, dan pencurian sumber daya alam. Dalam kenyataan ancaman yang berupa serangan dari negara lain, saat ini tidak akan terjadi apabila kita tidak berperilaku yang menyimpang dari konvensi-konvensi dan aturan internasional yang berlaku atau melindungi kegiatan terorisme. Ancaman semacam ini akan datang kalau suatu negara melakukan pelanggaran terhadap aturan tersebut.